Tren Positif, Kemiskinan Blora Terus Menurun

Blora – Kabupaten Blora mencatatkan perkembangan positif dalam upaya penurunan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora, jumlah penduduk miskin terus menurun selama tiga tahun terakhir, dari 99,14 ribu jiwa pada 2024 menjadi 92,01 ribu jiwa pada 2025, dan kembali turun menjadi 87,90 ribu jiwa pada 2026.

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurun

Sejalan dengan penurunan jumlah penduduk miskin, persentase penduduk miskin di Kabupaten Blora juga menunjukkan tren yang sama. Pada 2024, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 11,42 persen, kemudian turun menjadi 10,58 persen pada 2025, dan kembali menurun menjadi 10,10 persen pada 2026. Dengan demikian, dalam kurun waktu dua tahun, persentase penduduk miskin di Kabupaten Blora telah turun sebesar 1,32 poin persentase.

Masih di Atas Rata-Rata Provinsi Jawa Tengah

Kepala BPS Kabupaten Blora, Rukhedi, menyampaikan bahwa penurunan angka kemiskinan tersebut merupakan perkembangan positif yang patut diapresiasi. Namun, upaya penanggulangan kemiskinan tetap memerlukan perhatian khusus dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Meskipun angka kemiskinan di Kabupaten Blora terus menurun, pemerintah tetap perlu memberikan perhatian khusus. Persentase penduduk miskin Blora pada 2026 masih sebesar 10,10 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 9,21 persen. Karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan dan terarah agar penurunan kemiskinan dapat terus dipercepat,” ujar Rukhedi.

Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan Turun

Selain jumlah dan persentase penduduk miskin, perkembangan kondisi kemiskinan juga dapat dilihat melalui Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Kedua indikator ini memberikan gambaran lebih mendalam mengenai kondisi pengeluaran penduduk miskin.

Resmob Polres Blora : Kinerja Cepat, Teliti, dan Terkoordinasi Warna Pengungkapan Dua Kasus

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menggambarkan rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin rendah nilai indeks ini, semakin kecil kesenjangan tersebut. Di Kabupaten Blora, P1 menurun dari 1,59 pada 2024 menjadi 1,27 pada 2025, dan kembali turun menjadi 1,23 pada 2026. Penurunan ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan.

Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengukur ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin. Nilai P2 Kabupaten Blora juga menunjukkan tren penurunan, dari 0,32 pada 2024 menjadi 0,27 pada 2025, dan 0,23 pada 2026. Kondisi ini mengindikasikan bahwa ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin berkurang.

Perlu Kebijakan Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Penurunan pada keempat indikator tersebut menjadi sinyal positif bagi pembangunan di Kabupaten Blora. Meski demikian, capaian ini perlu terus diperkuat melalui kebijakan yang tepat sasaran, peningkatan akses masyarakat terhadap lapangan kerja dan sumber penghasilan, serta penguatan program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Dengan dukungan data statistik yang akurat, pemerintah daerah diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk mempercepat penurunan kemiskinan, sehingga kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora dapat terus meningkat,” pungkas Rukhedi.

Ajang Pemilihan Kakang Mbakyu Duta Wisata Kabupaten Blora 2026 resmi memasuki babak krusial
Editor - Tim Balaikota.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *