Ringkasan−
BLORA – Kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius. Polres Blora melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) turun langsung ke Kampung Samin, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Minggu (11/10/2026). Kegiatan dimulai pukul 13.30 WIB hingga selesai.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari seminar Nahdlatul Ulama (NU) bertema Mencegah Kenakalan Remaja dan Kekerasan Perempuan Menuju Terwujudnya Safe House bagi Korban Kekerasan. Peserta sekitar 150 orang, terdiri dari Ketua Fatayat NU Blora beserta para kader. Pelaksana kegiatan adalah Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin dan anggota Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
150 Kader Fatayat NU Jadi Garda Terdepan
Kehadiran para kader Fatayat NU bukan tanpa alasan. Mereka berada di garis depan masyarakat. Mereka bisa menjadi jembatan antara korban, keluarga, dan aparat penegak hukum. Dengan bekal edukasi ini, mereka diharapkan mampu menyebarkan kesadaran akan pentingnya perlindungan perempuan dan anak.
“Negara Harus Hadir”: Pesan Kasat Reskrim AKP Zaenul Arifin
Di hadapan para kader Fatayat NU, AKP Zaenul Arifin menyampaikan pesan yang menyentuh. Baginya, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga soal kesiapan struktural dan personel.
Satreskrim telah melaksanakan evaluasi terkait kasus yang melibatkan perempuan dan anak, ujarnya mengutip pernyataannya dalam evaluasi internal Satreskrim Polres Blora.
Zaenul mengakui bahwa sistem informasi mengenai tindak pidana pencabulan, KDRT, dan bullying masih membutuhkan pembenahan agar alur laporan dan penanganannya lebih cepat, rapi, dan tidak menghambat korban. Ia juga menegaskan bahwa sumber daya manusia di bidang PPA harus terus ditingkatkan. Satreskrim Polres Blora kini merekrut anggota yang lebih mahir dalam penyelidikan dan penyidikan kasus yang melibatkan kelompok rentan.
Kami ingin memastikan setiap laporan yang masuk ditangani dengan cepat dan tepat. Korban tidak boleh merasa sendirian. Negara harus hadir, dan kehadiran itu dimulai dari kesiapan kami di lapangan, tegas Zaenul.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa di balik rutinitas penegakan hukum, Satreskrim Polres Blora berada di fase evaluasi dan pembenahan besar, baik dalam kesiapan menangani kelompok rentan maupun kemampuan membaca pola kejahatan modern.
Antisipasi Lebih Baik daripada Penindakan
Dalam kesempatan yang sama, AKP Zaenul Arifin juga menegaskan pentingnya langkah preventif. Baginya, sosialisasi dan edukasi jauh lebih bermakna daripada sekadar penindakan.
Antisipasi dengan sosialisasi lebih baik daripada penindakan. Masyarakat harus siap dengan perkembangan teknologi yang ada, ujarnya.
Pernyataan ini menjadi penekanan bahwa pencegahan kekerasan tidak cukup hanya dengan menghukum pelaku. Masyarakat perlu dibekali pemahaman dan kesiapan menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi yang bisa menjadi celah terjadinya kekerasan, terutama terhadap perempuan dan anak. Dengan literasi yang baik, masyarakat dapat lebih waspada dan mampu melindungi diri serta orang-orang terdekat.
Edukasi Sejak Dini, Lindungi Perempuan dan Anak
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pemahaman tentang pentingnya mencegah KDRT serta kekerasan terhadap anak. Sosialisasi ini juga menjadi ruang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.
Pencegahan kekerasan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Keluarga, lingkungan masyarakat, organisasi perempuan, dan penegak hukum harus berjalan bersama. Lingkungan yang aman adalah kunci tumbuh kembang anak.
Safe House, Ruang Aman bagi Korban
Salah satu gagasan yang menjadi perhatian dalam seminar ini adalah safe house atau rumah aman bagi korban kekerasan. Ruang perlindungan ini diharapkan menjadi tempat aman bagi perempuan dan anak yang membutuhkan bantuan.
Para kader Fatayat NU Blora diharapkan dapat berperan aktif menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Terutama tentang pentingnya mencegah kekerasan sejak dini, serta membangun keberanian untuk mencari pertolongan ketika mengetahui atau mengalami tindak kekerasan.
Jangan Diam, Kekerasan Bisa Menimpa Siapa Saja
Kekerasan sering kali terjadi dalam senyap. Korban takut bersuara. Lingkungan memilih diam. Padahal, diam justru bisa memperpanjang penderitaan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli. Jika mengetahui ada kekerasan, jangan ragu mencari bantuan. Jika mengalami, jangan takut melapor. Perlindungan dimulai dari keberanian bersuara.
Sinergi Polres Blora dan NU
Kegiatan sosialisasi di Kampung Samin, Desa Klopoduwur, berjalan aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara Polres Blora dan organisasi kemasyarakatan diharapkan semakin kuat dalam mendukung pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dengan kolaborasi ini, lingkungan yang aman, peduli, dan ramah bagi seluruh anggota masyarakat bukan lagi sekadar harapan. Ia bisa diwujudkan bersama.





Komentar