JAKARTA – Gerbong reformasi birokrasi di tubuh Kementerian Keuangan kembali bergerak cepat. Menteri Keuangan Suahasil Nazara resmi melantik lima pejabat eselon I (Pimpinan Tinggi Madya) baru pada Jumat (23/10/2026) pagi di Aula Djuanda, Kemenkeu. Langkah ini menegaskan komitmen kuat Menkeu untuk memperkokoh organisasi dan memastikan pengelolaan keuangan negara tetap adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Dalam pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut, posisi strategis Sekretaris Jenderal (Sekjen) kini resmi diamanahkan kepada Astera Primanto Bhakti. Pria yang akrab disapa Prima ini menggantikan Robert Leonard Marbun. Berbekal rekam jejak panjang di berbagai lini krusial—mulai dari perpajakan, kebijakan fiskal, perimbangan keuangan, hingga perbendaharaan—Prima dinilai memiliki modal kuat untuk menggerakkan seluruh ekosistem organisasi Kemenkeu secara holistik.
Selain posisi Sekjen, dua nakhoda baru pada direktorat jenderal utama turut resmi dilantik demi mempertajam arah desentralisasi fiskal dan efisiensi penganggaran nasional.
Daftar Lengkap Pejabat Eselon I Kemenkeu yang Baru Dilantik:
Astera Primanto Bhakti – Sekretaris Jenderal Kemenkeu
Tri Budhianto – Direktur Jenderal Perbendaharaan
Nufransa Wira Sakti – Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan
Neilmaldrin Noor – Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak
Hidayat Amir – Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional
Pesan Khusus Menkeu: Kenali Daerah dan Optimalkan Data
Dalam arahan resminya, Menkeu Suahasil Nazara menekankan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar seremonial, melainkan janji suci di hadapan Tuhan untuk menjaga amanah rakyat. Ia menitipkan tugas besar yang spesifik kepada masing-masing pejabat demi transformasi sistem keuangan yang lebih modern.
Kepada Nufransa Wira Sakti, Menkeu berpesan agar Ditjen Perimbangan Keuangan mampu mempertajam efektivitas desentralisasi fiskal. “Makin aktif bantu Pemda memegang prinsip kenali daerah,” tegas Suahasil.
Sementara itu, untuk penguatan di sektor perpajakan, Menkeu menginstruksikan staf ahli yang baru ditunjuk untuk mendorong sistem pengawasan berbasis data dengan memanfaatkan sistem integrasi Coretax secara optimal guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Menatap Keberlanjutan “Legacy” Kemenkeu
Perombakan pimpinan ini disebut sebagai bagian dari perjalanan estafet kepemimpinan untuk melanjutkan legacy pengabdian yang sudah dibangun bersama. Menkeu berharap kerja sama lintas unit eselon I dapat berjalan semakin solid dan cair. Pelantikan ini juga bertepatan dengan momentum Kemenkeu yang bersiap memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-80 pada akhir Oktober ini.
Dengan formasi kepemimpinan baru ini, publik menaruh harapan besar agar Kementerian Keuangan semakin lincah, transparan, serta kokoh dalam menjaga stabilitas fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.





Komentar