Blora — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 105 satuan pendidikan jenjang PAUD hingga SMP mendapatkan bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahap II Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Anggaran Tahap II Capai Rp66 Miliar
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Blora Sandy Tresna Hadi mengatakan pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp66 miliar untuk mendukung pelaksanaan program revitalisasi tersebut.
“Untuk tahap kedua ini, ada 105 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan revitalisasi dengan total anggaran sekitar Rp66 miliar,” katanya di Blora, Rabu.
Rincian Penerima: 66 TK, 31 SD, dan 8 SMP
Ia menjelaskan, anggaran tersebut terdiri atas Rp36,6 miliar untuk revitalisasi 66 TK, Rp23 miliar untuk 31 SD, dan Rp6,5 miliar untuk delapan SMP.
Menurut dia, pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan tersebut dilakukan secara swakelola oleh sekolah penerima bantuan.
Tahap I: 31 Satuan Pendidikan, Anggaran Rp19,7 Miliar
Sebelumnya, pada tahap pertama Tahun Anggaran 2026, sebanyak 31 satuan pendidikan di Kabupaten Blora juga mendapatkan bantuan program revitalisasi dengan total anggaran sekitar Rp19,7 miliar.
Jumlah tersebut terdiri atas 15 SD, tiga SMP, dan 13 TK. Anggaran yang dialokasikan meliputi Rp10,2 miliar untuk 15 SD, Rp3,2 miliar untuk tiga SMP, dan Rp6,2 miliar untuk 13 TK.
Usulan Awal 200 Satuan Pendidikan, Disetujui 31
Sandy mengatakan pada awalnya Disdik Blora mengusulkan sebanyak 200 satuan pendidikan untuk mendapatkan program revitalisasi pada tahap pertama.
Usulan tersebut terdiri atas 45 PAUD, 130 SD, dan 25 SMP. Namun, pemerintah pusat menetapkan 31 satuan pendidikan sebagai penerima bantuan pada tahap pertama.
“Sebelumnya kami mengusulkan sebanyak 200 satuan pendidikan, meliputi 45 PAUD, 130 SD, dan 25 SMP. Namun, yang disetujui 31 sekolah dan saat ini sudah dimulai, terdiri atas 15 SD, tiga SMP, dan 13 TK,” ujarnya.
Peluang Bertambah lewat ABT dan APBD Perubahan
Ia mengatakan program revitalisasi satuan pendidikan masih berpeluang bertambah karena terdapat direktorat di pemerintah pusat yang juga menyediakan program serupa.
Di tingkat pusat, skema tersebut dikenal sebagai Alokasi Belanja Tambahan (ABT), sedangkan di daerah terdapat mekanisme APBD Perubahan.
Prioritas Berdasarkan Urgensi dan Kerusakan Bangunan
Menurut Sandy, pemerintah pusat dalam menentukan penerima bantuan mempertimbangkan tingkat urgensi serta kondisi kerusakan bangunan satuan pendidikan.
“Di Blora terdapat sekitar 600 SD, 102 SMP, dan lebih dari 900 satuan TK/PAUD. Dari seluruh usulan tersebut, yang diprioritaskan hanya sekolah dengan tingkat kerusakan paling mendesak,” katanya.
Harapan Disdik Blora
Dengan adanya program revitalisasi tahap I dan II tersebut, Disdik Blora berharap semakin banyak satuan pendidikan dengan kondisi bangunan yang membutuhkan penanganan dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat.





Komentar